Menggunakan Variabel

Sebelumnya kita telah mempelajari dan mempraktekkan bagaimana cara mengendalikan lima buah lampu LED. Pada praktikum tersebut, kalian menuliskan program untuk menghidupkan LED secara berurutan sebagai berikut:

Pada program yang ditulis diatas, kita menuliskan delay(1000) sebanyak 6 kali dan setiap kali kita ingin menambah kecepatan kedipan lampu maka kita harus mengganti nilai 1000 yang ada didalam delay ke nilai yang lebih kecil. Penggantian nilai ini cukup memakan waktu karena kita harus mengganti nilai yang ada didalam delay satu persatu. Belum lagi jika kemudian baris program yang kita buat semakin banyak, misalnya sampai 300-an baris, maka kita akan mendapatkan kesulitan. oleh karena itu, untuk mempersingkat waktu perbaikan atau perubahan nilai, maka kita dapat menggunakan variabel untuk menyimpan suatu data yang mana nilainya bisa dipanggil dan digunakan baris lainnya didalam program.

variabel

Variabel adalah suatu simbol atau nama yang digunakan untuk merepresentasikan atau menyimpan nilai atau data dalam suatu program komputer atau dalam konteks matematika. Dalam pemrograman, variabel digunakan untuk menyimpan informasi yang dapat diakses dan diubah selama eksekusi program.

Setiap variabel memiliki tipe data yang menentukan jenis nilai yang dapat disimpan di dalamnya, seperti bilangan bulat, pecahan, string, atau jenis data lainnya. Selain itu, variabel juga memiliki cakupan (scope), yang mengindikasikan bagian dari program di mana variabel dapat diakses.

Penggunaan variabel dalam pemrogramman sama dengan penggunaannya dalam ilmu matematika, misalnya:

A + B = C

dimana A, B dan C adalah variabel yang masing-masing memiliki nilai.

A = 10

B = 20

Jadi, A + B = C sama artinya dengan 10 + 20 = 30.

Begitu pula dengan penggunaan varibel dalam programming. perhatikan contoh program berikut ini:

Keterangan program:

  1. baris 1-3 adalah pendefinisian variabel, masing-masing diberi nama A, B dan C.
  2. Pada baris ke 6, Arduino di instruksikan untuk menampilkan nilai variabel C pada serial monitor dan ketika instruksi ini dijalankan, pada serial monitor akan tampil nilai 0.
  3. Baris ke 7 kita menginstruksikan Arduino untuk melakukan operasi matematika A + B = C
  4. Pada baris ke 8 kita kembali menampilkan nilai variabel C pada serial monitor dan kali ini nilai C sudah berubah menjadi 30 yang berasal dari penjumlahan A+ B (10+20).

Menggunakan variabel untuk mengubah nilai delay( )

Dengan pengetahuan dasar kita tentang variabel, maka kita bisa memodifikasi program yang telah kita buat sebelumnya agar lebih mudah diubah nilai delay ( ) nya menjadi seperti ini:

Pada program diatas, kita menambahkan variabel bernama “waktu” pada baris pertama dan variabel ini memiliki data atau nilai sebesar 500. Selanjutnya, pada penulisan delay, kita menuliskan delay(waktu) yang artinya sama dengan delay(500) karena nilai variabel waktu adalah 500. Jika kita mengganti nilai variabel “waktu” ke nilai lainnya, misalnya 300, maka seluruh nilai pada delay akan berubah secara otomatis mengikuti nilai variabel “waktu” sehingga kita tidak lagi mengganti nilai delay satu persatu seperti sebelumnya.

Nah, itu saja penjelasan saya tentang penggunaan variabel dan pada tulisan berikutnya kita akan mengenal jenis-jenis variabel dan tipe-tipe data nya. Sekian dan terima kasih

Satu gagasan untuk “Menggunakan Variabel

Komentar ditutup.