Computational Thinking (Cara Berfikir Komputasional)

Photo by olia danilevich: https://www.pexels.com/photo/man-using-3-computers-4974914/

Ilmu komputer adalah salah satu cabang dari bidang sains yang mempelajari tentang komputasi, pengembangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). ilmu komputer umumnya lebih menekankan pengembangan algoritma, artificial intelligence (AI) dan pemrograman atau rekayasa perangkat lunak. Seorang ilmuwan komputer selalu dituntut untuk bisa memecahkan berbagai masalah yang berhubungan dengan dunia komputer dan komputasi dengan efisien. Oleh karena itu, mereka selalu dituntut untuk bisa berpikir secara sistematis dan logis agar bisa menyelesaikan masalah-masalah terkait teknologi komputer ini.

Computational Thinking adalah pendekatan pemecahan masalah yang terinspirasi dari cara berpikir para ilmuwan komputer. Seorang ilmuwan komputer biasanya akan menerapkan langkah-langkah kerja secara sistematis dalam mengembangkan perangkat lunak maupun perangkat keras komputer, sehingga komputer dapat bekerja dengan efisien dan sesuai dengan keinginan pembuatnya. Dalam era di mana teknologi semakin berkembang pesat dan berpacu sangat cepat seperti saat ini, kemampuan untuk berpikir secara komputasional menjadi semakin penting untuk mengatasi berbagai masalah dan tantangan, bukan hanya di dunia komputer tapi juga dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Dalam tulisan ini, kita akan mengenali apa itu konsep Computational Thinking atau cara berfikir komputasional dan melihat bagaimana penerapannya dapat memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Fondasi Berfikir dalam Computatonal Thinking

Computational Thinking adalah pendekatan berpikir yang sistematis dan logis dalam memecahkan masalah, dengan menerapkan prinsip-prinsip ilmu komputer. Dalam penerapannya, para ilmuwan komputer menggunakan 4 fondasi berfikir komputasional yang dikenal dalam ilmu informatika, yaitu Abstraksi, Algoritma, Dekomposisi dan Pola. Penjelasan tentang 4 fondasi ini dapat kita pahami satu persatu dibawah ini:

1. Abstraksi

Abstraksi adalah proses menghilangkan detail yang tidak relevan atau bagian-bagian yang tidak penting dari suatu masalah untuk membuat masalah tersebut lebih mudah dipahami dan diselesaikan. Dalam Computational Thinking, abstraksi digunakan untuk membuat masalah lebih mudah dipecah menjadi masalah yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. Abstraksi juga digunakan untuk membuat solusi masalah lebih efisien dan efektif.

Ada beberapa cara untuk melakukan abstraksi. Salah satu cara yang paling umum adalah dengan menggunakan representasi/gambaran abstrak dari data. Representasi abstrak atau gambaran umum dari data dapat berupa diagram, grafik, atau tabel. Representasi abstrak dari data dapat membantu kita untuk melihat pola dan hubungan antara data yang tidak dapat dilihat dengan jelas jika kita hanya melihat data dalam bentuk aslinya.

Abstraksi adalah keterampilan yang penting dalam Computational Thinking. Keterampilan abstraksi dapat membantu kita untuk memahami masalah yang kompleks, sehingga kita dapat memecah masalah menjadi masalah yang lebih kecil, dan membuat solusi masalah yang efisien dan efektif.

2. Algoritma

Algoritma adalah serangkaian langkah yang terstruktur untuk menyelesaikan suatu masalah. Algoritma dapat digunakan untuk memecahkan masalah secara sistematis dan efisien.

Dalam Computational Thinking, algoritma digunakan untuk memecahkan masalah yang kompleks. Algoritma dapat membantu kita untuk memahami masalah dengan lebih baik, memecah masalah menjadi masalah yang lebih kecil, dan membuat solusi masalah yang efisien dan efektif.

3. Dekomposisi

Dekomposisi adalah proses memecahkan masalah yang kompleks menjadi masalah yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. keterampilan dekomposisi Ini adalah salah satu keterampilan yang sangat penting dalam computational thinking. Dengan keterampilan dekomposisi, masalah yang besar dan kompleks (rumit) akan terbagi menjadi blok-blok kecil yang dapat diselesaikan satu persatu dengan mudah.

.4. Pola

Adalah kemampuan untuk mengenali kemiripan maupun pola. Pola dapat ditemukan dalam data, kode, dan sistem. Pengenalan pola adalah keterampilan yang penting dalam Computational Thinking karena dapat membantu kita untuk memahami masalah, membuat solusi yang lebih baik, dan membuat prediksi berdasarkan kemiripan data atau sistem yang telah ada sebelumnya.

Kemampuan berfikir secara komputasional atau computational thinking harus senantiasa diasah dengan rutin dengan cara menyelesaikan berbagai permasalahan mulai dari yang sederhana sampai ke permasalahan yang lebih rumit.

Penerapan Computational Thinking dalam Kehidupan Sehari-hari

Computational thinking, jika diterapkan, dapat mempermudah kita menyelesaikan berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang terstruktur dan efisien. Computational thinking dapat diterapkan untuk:

Pemecahan Masalah Personal:

  1. Menghadapi tantangan sehari-hari, seperti mengatur jadwal atau mengelola keuangan pribadi, dapat dipecahkan dengan mendekomposisi atau mengurai masalah menjadi tugas-tugas yang lebih sederhana.
  2. Menerapkan algoritma dalam rutinitas harian untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Pengambilan Keputusan:

Menggunakan analisis data untuk membuat keputusan yang lebih cerdas, seperti dalam memilih produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan kita. Menerapkan abstraksi untuk memfokuskan pada informasi yang relevan dan mengabaikan yang tidak penting.

Pengembangan Keterampilan:

Dalam memperlajari hal-hal baru, Computational Thinking membantu kita memecah materi menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dipahami dan memberikan pola berpikir yang jelas dalam proses pembelajaran.

Pemecahan Masalah Kompleks:

Dalam menghadapi masalah besar, seperti isu lingkungan atau sosial, Computational Thinking membantu dalam merumuskan solusi yang terukur dan berorientasi pada data.

Kreativitas dan Inovasi:

Computational Thinking dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi karena dapat memunculkan berbagai macam kemungkinan baru selama proses berfikir sehingga muncul ide-ide baru yang bisa jadi belum pernah terpikir sebelumnya.

Computational Thinking adalah keterampilan kritis yang harus dikuasai setiap siswa dalam era digital seperti saat ini. Dengan menerapkan pendekatan berpikir yang sistematis ini, kita dapat mengatasi berbagai masalah dengan lebih baik, mengoptimalkan peluang, dan mengambil keputusan yang lebih cerdas dalam berbagai aspek kehidupan kita, terutama dibidang informatika. Oleh karena itu, ayo terus mengembangkan dan mengasah keterampilan Computational Thinking kita agar dapat meraih keberhasilan di masa depan yang semakin canggih.